• Beranda
  • Tentang Saya
  • Tulisan
    • Imajinasi
    • Inspirasi
    • Perumpamaan
    • Pemikiran
    • Renungan
  • Kisah
    • Fiksi
    • Non-Fiksi
    • Puisi
  • Perjalanan
  • Kontak

PEMIKIR BEROPINI

Sebuah Opini Melalui Pandangan Segenap Dimensi

Waktu menunjukkan pukul 20:00 WIB, keberangkatan tinggal di depan mata. Para kernet tengah sibuknya mendata penumpang yang sudah naik ke dalam bus. Mekanisme perusahaan bus mengharuskan mereka berangkat tepat waktu. Mereka yang terlambat artinya harus gigit jari, karena ketepatan waktu adalah jargon perusahaan.

Semua penumpang akhirnya di data dengan seksama sesuai dengan tempat duduknya. Ini bertujuan agar tak ada penumpang ilegal yang masuk. Hingga akhirnya proses keberangkatan dimulai, ini bertujuan bisa tiba sesuai dengan jadwal.

Di sebuah sudut kota yang penuh hiruk-pikuk, ada sebuah barbershop kecil yang tak terlalu mencolok. Dindingnya berwarna abu-abu tua, dihiasi dengan poster-poster klasik yang menggambarkan potongan rambut dari era yang berbeda.

Para model yang terpampang di sana ibarat pahlawan sebenarnya. Mereka seakan memberikan pencerahan di tengah keraguan pria dalam memilih potongan rambut. Pria memenang manusia yang aneh dan tak neko-neko.

 

Rasanya pertemuan singkat kita rasanya begitu hambar. Ada rasanya yang aneh saat pertemuan itu terjadi. Ternyata semua tak seperti yang menjadi prediksi aku sebelumnya, ada hal mengganjal yang menyakitkan hati.

Pertemuan di salah satu bilangan cafe berakhir prematur, bahkan bisa dianggap sesuatu yang canggung. Niat awal untuk saling deeptalk berakhir deepsilent tanpa satu pun yang mengungkap perasaannya.

Ini bisa dibilang pertemuan pertama denganmu. Semua persiapan coba lakukan, mempersiapkan segala hal. Terlepas apa yang nantinya kita bicarakan. Pertemuan nyata jauh lebih mendebarkan dibandingkan dengan pertemuan di ruang chatting.

Kita rasa tak saling mengenal sepenuhnya di sana, hanya chat panjang yang kadang terdengar basi atau bahkan emoji yang tidak bisa menggambarkan sepenuhnya. Pertemuan di meja di coffe shop adalah bukti.

Secara tak langsung jawaban yang kamu berikan perlahan berkurang. Rasanya tak asyik seperti dulu, seakan ada benteng besar yang menghalangi di dirimu. Setiap aku membuka ponsel, selalu ada jawaban dari dirimu.

Rasanya aku seperti senyum-senyum sendiri saat chatting dengan kamu. Dopamin berpacu dengan sangat banyak, memenuhi otak yang membuat hati begitu bergembira. Aku merasa begitu gembira dengan itu semuanya.

Newer Posts Older Posts Home

Mengenal Penulis

My photo
M.iqbal
Blogger & Part Time Writer EDM Observer
View my complete profile
Facebook  Twitter  Google+ Instagram Linkedin

Top of The Top

  • Keagungan Gunung
    Gunung terlihat menjulang tinggi, seperti ingin sekali menusuk-nusuk langit. Rupanya yang menjulang terlihat begitu gagah dari kejauhan. Sem...
  • Lengkungan Pelangi
      Langit sore kali ini sedikit sendu, ia dipenuhi kumpulan awan putih yang menghambat sinar matahari. Hanya sedikit celah saat matahari menc...
  • Tiba-Tiba Tenis
    Abang harus latihan tenis, seru kali tau....!! Sebuah himbauan yang mengejutkan pikiranku hening berpikir, diriku seakan tak bisa atau tah...
  • Hormon Cinta
    Penyakit merah jambu bisa datang tak terduga, mengacaukan seluruh organ tubuh dengan sejumlah rasa yang saling campur aduk. Pikiran pun seak...
  • On Air
    Siang itu jadi hari yang sibuk, sudah saatnya ia bergegas pergi. Jadwal penampilannya hanya tinggal menghitung separuh jam lagi. Memacu deng...

Rangkuman Tulisan

  • ▼  2024 (36)
    • ►  August (1)
    • ▼  July (5)
      • Penerobos Malam
      • Barbershop
      • Penolakan Cinta
      • Kopi Darat
      • Silent Treatment
    • ►  June (5)
    • ►  May (5)
    • ►  April (5)
    • ►  March (5)
    • ►  February (5)
    • ►  January (5)
  • ►  2023 (60)
    • ►  December (5)
    • ►  November (5)
    • ►  October (5)
    • ►  September (5)
    • ►  August (5)
    • ►  July (5)
    • ►  June (5)
    • ►  May (5)
    • ►  April (5)
    • ►  March (5)
    • ►  February (5)
    • ►  January (5)

Copyright © 2019 PEMIKIR BEROPINI. Designed by OddThemes